Jul 31, 2011

Ukur Pengaruhmu di Twitter dan Blog

tweetlevel
PENDAHULUAN
Saat ini, kata 'twitter' dan 'blog' sudah tidak asing lagi bagi para pengguna internet. Bahkan, hampir semua pengguna internet, terutama anak muda mempunyai akun twitter dan blog pribadi. Bagi sebagian orang,  ngetweet dan ngeblog sudah seperti candu. Mungkin anda sempat bertanya-tanya mengenai seberapa besar pengaruh tweet dan blog anda. Perangkat TweetLevel dan Bloglevel mungkin bisa menjadi solusi terbaik. Perangkat  yang dikembangkan oleh perusahaan PR Edelman ini mengembangkan perangkat bernama TweetLevel dan BlogLevel yang bisa digunakan untuk mengukur influence atau pengaruh blog/tweet anda.


PEMBAHASAN
Cukup dengan membuka alamat situs web http://tweetlevel.edelman.com dan mengetik nama akun Twitter di kolom yang tersedia, dalam 30 detik hasil analisis akan diperoleh. Perangkat ini juga bisa digunakan untuk mengukur pengaruh pemilik akun lain.

Tak perlu pesimis dulu jika follower sedikit sebab fakta membuktikan bahwa jumlah follower tak selalu sebanding dengan pengaruh yang diciptakan.

Ada 4 hal yang ditunjukkan dalam score, influence, popularity, engagement, dan trust. Popularitas mengukur dari jumlah follower, engagement, dari keterlibatan pemilik akun dan follower-nya, sementara trust mengukur kepercayaan terhadap si pemilik akun Twitter.

"Berbeda dengan layanan sejenis yang mungkin hanya mengukur tingkat pengaruh berdasar jumlah follower, TweetLevel mempertimbangkan aspek-aspek lain," kata Deden Purnamadi, Manager Edelman Digital saat memperkenalkan Tweetlevel 2.0, Kamis (28/7/2011) lalu di Jakarta.

Beberapa aspek lain yang dilihat adalah jumlah orang yang di-follow, rasio follower dan following, jumlah total update dalam 30 hari, update dalam jangka waktu tertentu, jumlah retweet dan mention. Semua diolah dengan formula tertentu yang bisa dilihat di TweetLevel.


contoh: tweet level  @poconggg

analisis

Selain meluncurkan TweetLevel, Edelman juga meluncurkan BlogLevel, perangkat mirip yang digunakan untuk mengukur influence blog Anda. Cara mengetahui pengaruh pun sama, tinggal masukkan akun dan segera hasil bisa dilihat.


Aspek-aspek yang dilihat untuk mengukur pengaruh blog tertentu ialah kemudahan blog dicari di mesin pencari, banyaknya link blog yang disebarkan di blog lain serta banyaknya konten blog yang dibahas di media sosial.

Baik TweetLevel dan BlogLevel memiliki beberapa kelebihan. Keduanya menggunakan algaritma dan 40 metrik yang berbeda serta mampu membedakan antara orang-orang yang menggagas ide orisinal dan orang yang menyebarkan ide tersebut.

Sementara itu, BlogLevel juga memperhitungkan diskusi di platform media sosial lain dan SEO (Search engine Optimization). Tak seperti perangkat lain, BlogLevel membuat peringkat pentingnya sesuatu menurut banyaknya posting yang dibahas di Twitter dan dioptimalkan di search engine.

TweetLevel memberi peringkat lebih tinggi pada orang-orang yang terlibat percakapan dan mengirim konten yang relevan darpada pandangan pribadi. TweetLevel juga bisa digunakan untuk mencari pemlik akun yang paling berpeangaruh dalam topik tertentu saja.

"Mengetahui siapa blogger dan tweeps yang berpengaruh dan memahami siapa saja yang mempengaruhi mereka akan membantu kita dalam merencanakan dan mengukur kampanye efektif dan memberi informasi intelijen pada klien kita," kata Nanda Inevs, Indopacific Edelman Digital Director.

Sementara, bagi industri, kata nanda, tweetLevel bisa membantu memilih orang yang tepat untuk mengkomunikasikan brand-nya. "Sebab jika hanya asal pilih yang populer tapi ternyata tidak tahu tentang brand, ini percuma. Hanya akan menjadi seperti advertising," katanya.

Bagi pribadi, pastinya perangkat ini bisa dipakai untuk mengukur pengaruh. Tentu terbuka kemungkinan untuk meningkatkan pengaruh dalam topik yang diinginkan. Setelahnya, mungkin mau menjual tweet seperti yang dilakukan beberapa selebritis atau selebblog?

KESIMPULAN
TweetLevel dan Bloglevel yang dikembangkan oleh perusahaan PR Edelman ini bisa menjadi solusi jika anda penasaran dengan seberapa besar influence atau pengaruh blog/tweet anda. Tentu terbuka kemungkinan untuk meningkatkan pengaruh dalam topik yang diinginkan. Setelahnya, anda bisa menjual tweet seperti yang dilakukan beberapa selebritis atau selebblog.




sumber: http://tekno.kompas.com/read/2011/07/31/08312345/Ukur.Pengaruhmu.di.Twitter.dan.Blog

Jun 28, 2011

Capture Image yang Simple

Bagi yang jarang capture images di windows, mungkin fasilitas ini tidak terlalu berguna. Tetapi bagi yang sering butuh capture images untuk dijadikan screenshoot, untuk membuat modul atau mengerjakan tugas. Maka fasilitas ini akan banyak membantu.


Biasanya kita melakukan capture images di windows menggunakan tombol printscreen, setelah itu dipindahkan ke paint atau editor images lainnya untuk diedit dan diambil yang perlu.

clip_image002

Nah dengan tools bawaan windows 7 “Snipping Tool”, Kita dapat langsung mengcapture images yang sesuai keinginan kita, tanpa harus memindahkan ke media editor lain seperti paint.
Caranya :
Klik windows -> ketikkan snipping tool -> kemudian klik snipping tool tersebut, maka kita dapat langsung meng-capture

clip_image004

Nah jika snipping tool tersebut sering digunakan, taruh saja snipping tool tersebut di taskbar dengan cara klik kanan snipping Tool -> pilih opsi pin to taskbar.

clip_image006

Selamat Mencoba :)

May 17, 2011

Kebudayaan Korea dalam Drama Asia






            Bagi yang gemar menyaksikan drama Korea seperti saya pasti tahu benar judul-judul drama seperti Full House, Princess Hours, Jewel in the palace, dan lain sebagainya. Drama korea memang menarik ditonton karena selain ceritanya yang menarik dan romantis, aktor dan aktrisnya cantik dan tampan, menonton drama Korea terasa lebih nyaman karena kebudayaannya yang mirip dengan budaya Indonesia yang masih sangat memegang adat ketimuran.
            Drama Korea pun tak hanya berkisah mengenai percintaan, terdapat drama-drama mengenai sejarah dan tokoh-tokoh penting Korea. Misalnya Jewel in the Palace yang mengisahkan tentang dokter wanita pertama di korea, atau The Great Queen of Seon Deok yang menceritakan tentang Raja Wanita pertama di Korea. Bila anda pernah menonton drama-drama Korea bersetting masa lampau seperti dua drama yang saya sebutkan di atas, anda pasti sudah kenal dengan budaya Korea.
            Dalam drama-drama korea bertema sejarah, kita sering melihat tokoh-tokoh dalam Drama berpakaian dengan pakaian tradisional Korea. Pakaian tradisional tersebut disebut Hanbok (Korea Utara menyebut Choson-ot). Hanbok terbagi atas baju bagian atas (Jeogori), celana panjang untuk laki-laki (baji) dan rok wanita (Chima). Orang Korea berpakaian sesuai dengan status sosial mereka sehingga pakaian merupakan hal penting. Orang-orang dengan status tinggi serta keluarga kerajaan menikmati pakaian yang mewah dan perhiasan-perhiasan yang umumnya tidak bisa dibeli golongan rakyat bawah yang hidup miskin. Dahulu, Hanbok diklasifikasikan untuk penggunaan sehari-hari, upacara dan peristiwa-peristiwa tertentu. Hanbok untuk upacara dipakai dalam peristiwa formal seperti ulang tahun anak pertama (doljanchi), pernikahan atau upacara kematian. Saat ini hanbok tidak lagi dipakai dalam kegiatan sehari-hari, namun pada saat-saat tertentu masih digunakan.
            Kemudian, yang menarik dalam drama korea bersetting sejarah, setting tempatnya sangat indah. Drama yang berkisah mengenai kerajaan misalnya, istana sering muncul dengan segala kemegahannya. Selain itu, rumah-rumah tradisional korea juga tak kalah menarik perhatian penonton. Rumah tradisional Korea (biasanya rumah bangsawan atau orang kaya) dipilah menjadi bagian dalam (anchae), bagian untuk pria (sarangchae), ruang belajar (sarangbang) dan ruang pelayan (haengrangbang). Besar rumah dipengaruhi oleh kekayaan suatu keluarga. Rumah-rumah ini memiliki penghangat bawah tanah yang disebut ondol yang berfungsi saat musim dingin.
Masyarakat tradisional Korea memilih tempat tinggal berdasarkan geomansi. Orang Korea meyakini bahwa beberapa bentuk topografi atau suatu tempat memiliki energi baik dan buruk (dalam konsep eum dan yang) yang harus diseimbangkan. Geomansi memengaruhi bentuk bangunan, arah, serta bahan-bahan yang digunakan untuk membangunnya. Rumah menurut kepercayaan mereka harus dibangun berlawanan dengan gunung dan menghadap selatan untuk menerima sebanyak mungkin cahaya matahari. Cara ini masih sering dijumpai dalam kehidupan modern saat ini.
Selain itu, Budaya Korea yang paling lekat bagi mata penggemar drama Korea mungkin adalah kulinernya. Hampir dalam setiap drama korea pasti terdapat adegan sang tokoh makan kimchi. Sepertinya semua orang korea gemar memakan Kimchi ya? Hehe. Tapi apa sebenarnya itu Kimchi? Kimchi merupakan makanan tradisional Korea yang dibentuk dari hasil fermentasi dan dibumbui dengan berbagai bumbu khas Korea. Makanan fermentasi seperti Kimchi ini ternyata sangat berguna dalam menyediakan protein dan vitamin ketika musim dingin.
 Selain Kimchi, beberapa menu makanan dikembangkan untuk merayakan peristiwa-peristiwa khusus seperti festival atau upacara seperti ulang tahun anak yang ke-100 hari, ulang tahun pertama, perkawinan, ulangtahun ke-60, upacara pemakaman dan sebagainya. Pada peristiwa-peristiwa ini selalu dijumpai kue-kue beras yang berwarna-warni. Makanan kuil berbeda dari makanan biasanya karena melarang penggunaan 5 jenis bumbu yang biasa dipakai seperti bawang putih, bawang merah, daun bawang, rocambole (sejenis bawang), bawang perai, jahe serta daging. Makanan kerajaan (surasang) saat ini sangat terkenal karena sudah dapat dinikmati seluruh lapisan rakyat.
Hmm..kebudayaan Korea menarik sekali ya  untuk dipelajari J . Namun, kita juga tidak boleh melupakan kebudayaan bangsa kita sendiri, Indonesia. Budaya Indonesia juga tidak kalah menarik kok. Saya jadi berfikir, kapan ya Indonesia bisa membuat drama bersetting masa lalu semenarik drama Korea? Saya yakin, bila itu terjadi masyarakat Indonesia akan lebih dekat dengan kebudayaannya sendiri dan jadi lebih mencintai budaya Indonesia J. Nez.