Showing posts with label astronomi. Show all posts
Showing posts with label astronomi. Show all posts

Nov 11, 2010

Robot Astronot Dikirim ke Luar Angkasa



SPACE.com/Stephanie Pappas
Robonaut 2, robot humanoid pertama yang akan dikirm untuk menggantikan pekerjaan berbahaya di antariksa menggantikan astronot.
Setelah persiapan panjang selama 15 tahun, robot humanoid menyerupai astronot yang didesain untuk melakukan misi di luar angkasa telah siap diluncurkan. Robot yang disebut Robonaut 2 ini akan digunakan untuk membantu misi para astronot yang terlibat dalam penerbangan pesawat ulang-alik Discovery yang akan diluncurkan minggu depan. 


Robot humanoid pertama untuk misi ruang angkasa ini hanya terdiri dari bagian atas manusia. Robot tersebut dibuat oleh NASA dan General Motor untuk membantu kerja astronot dalam mengerjakan dan memperbaiki Stasiun Luar angkasa Internatinal atau ISS (International Space Station). Robot itu terutama akan diminta melaksanakan tugas-tugas yang harus dilaksanakan dalam kondisi yang terlalu beresiko dilakukan manusia. 


Nantinya, sesaat setelah mendarat di stasiun ruang angkasa, robot ini akan mengikuti serangkaian tes untuk menguji kemampuannya bekerja di lingkungan tanpa gravitasi. Pengembang robot ini sendiri selama tahun depan akan akan mengembangkan fungsi robot sehingga mampu melakukan tugas-tugas yang bervariasi, seperti mengangkat barang-barang tertentu dan membantu pekerjaan rumah tangga. 


Untuk melaksanakan misinya ke luar angkasa, robot yang dibuat dengan dana 2,5 juta dollar AS ini akan dikemas dalam kemasan kotak berisi semacam gabus di bagian dalamnya. Nantinya, akan butuh beberapa jam untuk mengeluarkan robot dari kotaknya dan beberapa menit untuk mengaktifkannya. Setelah dites, pengembang robot akan memulai memberikan tugas-tugas yang mudah dahulu. 


Berbicara tentang pembuatan robot ini, Kepala Divisi Automasi, Robotik dan simulasi NASA di Johnson Space Center, Houston, mengungkapkan, "Sejak awal, ide penciptaannya adalah membuat robot yang mampu melakukan tugas-tugas manusia dengan cekatan. Pada saat yang sama, robot itu harus bisa dipercaya dan melakukan tugas dengan tepat."


Robonaut 2 memiliki keistimewaan dibandingkan dengan robot lainnya. Ia memiliki jari tangan layaknya manusia serta telapak tangan yang lembut sehingga mampu memegang dan menggenggam objek tertentu. Selain itu, robot ini juga dilengkapi dengan sensor untuk tujuan keamanan. Jika robot memegang objek yang tak dikehendaki, misalnya kepala si astronot, robot ini diprogram untuk menghentikan gerakannya. Sementara, bila ada sesuatu yang menghantam robot dengan tenaga cukup kuat, robot akan secara otomatis "shut down". 


Untuk saat ini, Robonaut 2 mungkin hanya memiliki bagian atas tubuh manusia saja sehingga ia tak bisa bergerak. Di masa mendatang, bagian bawah robot akan dikembangkan sehingga membuatnya mampu bergerak di dalam maupun di luar stasiun luar angkasa. 


Jika anda ingin mengetahui tentang robot ini, anda mungkin bisa mengikuti twitter si robot dengan ID @AstroRobonaut. Robot ini telah menjadi anggota Twitter sejak Juli lalu.
sumber: kompas.com

Tanda Baru bahwa Mars Bisa Dihuni



Space.com
Gundukan silika di Planet Mars
 Pencarian planet-planet baru yang bisa dihuni masih belum berhenti. Misi lama, seperti mencari tanda-tanda kehidupan di Mars dan kemungkinan bahwa planet itu bisa dihuni hingga kini masih dijalankan.

Menggunakan spektrometer Mars Reconnaissance Orbiter milik NASA, para peneliti dari Brown University baru-baru ini menemukan gundukan mineral silika di Planet Mars. Mereka menemukannya di daerah planet yang disebut Syrtis Major, tepatnya di wilayah gunung berapi Nili Patera yang berusia 3,7 miliar tahun.

Melihat letaknya yang ada di dekat gunung berapi, peneliti menduga bahwa gundukan silika itu berasal dari sumber air panas yang pernah ada di wilayah itu. Gundukan itu terbentuk ketika air panas keluar dan melarutkan batuan, membuatnya kaya akan mineral silika yang berasal dari batuan. Ketika air mendingin dan kontak dengan udara, material yang disebut hydrated silikaterbentuk dan menyusun gundukan yang kini ditemukan.

Adanya gundukan silika yang berasal dari sumber air panas ini, menurut peneliti, merupakan salah satu tanda bahwa ada lingkungan kecil di Planet Merah yang bisa dihuni. "Ketika Anda punya air dan panas, seperti yang terdapat di tempat ini, Anda punya kesempatan untuk tinggal dan hidup," kata John Mustard, profesor geologi yang terlibat dalam penelitian ini.

Peneliti lain, JR Skok, yang juga berasal dari universitas yang sama, menduga bahwa adanya sumber air panas itu paling tidak menandakan, pernah ada kehidupan primitif, seperti mikroorganisme. Jika hipotesis tersebut benar, maka ia mengungkapkan, "Akan sangat mungkin untuk menemukan kumpulan fosil mikroorganisme di wilayah itu."

Sejauh ini, belum ada bukti nyata tentang adanya kehidupan di Mars. Namun, temuan adanya silika di Mars ini bukanlah yang pertama. Penemuan sebelumnya pernah dilakukan pada tahun 2007 oleh misi Mars Spirit milik NASA. Keunikan temuan ini adalah adanya gundukan silika yang utuh.

Hasil penelitian ini dipublikasikan oleh John Mustard dan JR Skok di jurnal Nature Geosciencetanggal 31 Oktober 2010. Ke depan, para peneliti berharap bisa mendeteksi seberapa mungkinkah lingkungan ini untuk dihuni, misalnya dengan melihat temperatur dan keasamannya.